Laporan Prakerin Prosedure Penjualan Barang Bernota
LAPORAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
PROSEDUR
PENJUALAN BARANG BERNOTA
DI
KATO GROSIR & ECERAN KROYA
Diajukan untuk memenuhi syarat
Ujian Akhir Sekolah Menengah Kejuruan
Negeri Nusawungu
Tahun Pelajaran 2018/2019

Disusun oleh :
Nama : Ririn Marnilam
Kelas : XII Akuntansi
2
NIS : 3496
Program
Studi Keahlian : Keuangan
Paket
Keahlian : Akuntansi
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMK
NEGERI NUSAWUNGU
Jl. Perintis, Klumprit, Nusawungu,
Cilacap Kode Pos 53283 Telp : 085101500450
Kode Pos 53283
LEMBAR
PENGESAHAN INDUSTRI
Laporan Praktek Kerja
Lapangan ini telah disetujui oleh pembimbing industri dan disahkan oleh
pimpinan KATO GROSIR & ECERAN Kroya pada :
Hari :
Tanggal :
Kroya,
Mengetahui,
Pimpinan
KATO GROSIR & ECERAN Pembimbing Industri
Kroya
Suprayitno,
S.E
Faradilla Nuraeni
LEMBAR
PENGESAHAN SEKOLAH
Laporan Praktek Kerja
Lapangan (PKL) ini telah disetujui oleh Pembimbing Sekolah dan disahkan oleh
Kepala SMK Negeri Nusawungu pada :
Hari :
Tanggal :
Nusawungu,
Ketua
Paket
Pembimbing Sekolah
Keahlian
Akuntansi
Laeli Setiawati,
S.Pd Mustika Istiani, S.Pd
NIP.
1974050202008012006
NIP. –
Mengetahui,
Kepala SMK Negeri
Nusawungu
Navy Hardiati Dian
Mintarsih, S.Pd M.Pd
NIP.
196712121990032006
LEMBAR
PENGUJIAN
Laporan PKL ini telah diuji dan
dipertahankan di hadapan Penguji Sekolah pada :
Hari :
Tanggal :
Nusawungu,
Penguji I
Penguji II
MOTTO
DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
1. Manfaatkan
setiap peluang yang ada dengan sebaik – baiknya.
2. Jangan
pernah takut untuk mencoba sesuatu yang baru.
3. Carilah
ilmu sebanyak – banyaknya dimanapun kamu berada.
4. Jangan
pernah takut untuk gagal, karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
5. Selalu
ikhlas, bersyukur dan berusaha.
PERSEMBAHAN
1. Kedu
orang tua yang telah membiayai, memberikan motivasi sehingga penyusun dapat
melaksanakan tugas dengan lancar.
2. Teman
– teman kelas XII Akuntansi 2.
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan karunia – Nya, sehingga
penyusun dapat menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan lancar selama
3 bulan, yaitu tanggal 01 Februari s.d 30 April di KATO GROSIR & ECERAN
Kroya, dan dapat menyelesaikan penyusunan laporan hasil PKL dengan lancar
sesuai waktu yang telah ditentukan. Laporan ini disusun untuk memenuhi
persyaratan dalam mengikuti Ujian Akhir Sekolah(UAS) di SMK Neegeri Nusawungu
tahun pelajaran 2018/2019, serta sebagai bentuk pertanggungjawaban siswa
setelah melaksanakan PKL. Sesuai dengan judul laporan ini, penyusun hanya
membahas tentang prosedur penjualan barang bernota di KATO GROSIR & ECERAN
Kroya serta yang berhubungan dengan hal tersebut.
Keberhasilan penyusun dalam menyusun
laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penyusun
mengucapkan terimakasih kepada :
1. Navy
Hardiati Dian Mintarsih, S.Pd M.Pd selaku Kepala Sekolah.
2. Suprayitno,
S.E SELAKU Pimpinan KATO GROSIR & ECERAN Kroya.
3. Faradilla
Nuraeni selaku Manager Personalia dan Pembimbing PKL di KATO GROSIR &
ECERAN Kroya.
4. Laeli
Setiawati, S,Pd selaku Ketua Paket Keahlian Akuntansi.
5. Mustika
Istiani, S.Pd selaku Pembimbing Sekolah.
6. Bapak
dan ibu guru serta karyawan SMK Negeri Nusawungu.
7. Staff
karyawan karyawati KATO GROSIR & ECERAN Kroya.
8. Semua
pihak yang telah membantu penyusun baik secara langsung maupun tidak langsung
dalam penyusunan laporan.
Penyusun menyadari bahwa dalam laporan
ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu,
penyusun mengharapkan kritik dan saran serta masukan dari pembaca. Semoga
laporan ini bermanfaat bagi pembaca.
Nusawungu,
Penyusun
Ririn Marnilam
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................. i
HALAMAN PENGESAHAN
INDUSTRI................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN
SEKOLAH................................................ iii
HALAMAN PENGUJIAN......................................................................... iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN.............................................................. v
KATA PENGANTAR................................................................................ vi
DAFTAR ISI............................................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................... ix
BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................... 1
A. Latar
Belakang...................................................................... 1
B. Tujuan
Penyusunan................................................................ 2
C. Alasan
Pemilihan Judul......................................................... 2
D. Faktor
Pendukung dan Penghambat..................................... 2
E. Rumusan
Masalah.................................................................. 3
BAB II PELAKSANAAN PEKERJAAN............................................. 4
A. Dasar
Teori............................................................................ 4
B. Persiapan
Kerja...................................................................... 7
C. Keselamatan
Kerja................................................................. 7
D. Bahan
dan Peralatan.............................................................. 7
E. Langkah
Kerja....................................................................... 8
F. Pemeriksaan........................................................................... 9
G. Hasil
Kerja............................................................................. 10
BAB III PENUTUP................................................................................ 11
A. Kesimpulan............................................................................ 11
B. Pengembangan
Produk.......................................................... 11
C. Saran
– Saran......................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN
DAFTAR
LAMPIRAN
Lampiran
01, Nota Penjualan
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Praktek Kerja Lapangan merupakan
suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional di lapangan kerja
secara langsung, dalam upaya meningkatkan mutu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
dan juga menambah bekal untuk masa mendatang guna memasuki dunia kerja yang
semakin banyak serta ketat dalam persaingannya seperti saat ini. Oleh karena
itu, SMK Negeri Nusawungu mengadakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan untuk
siswa – siswanya. Salah satu tempat yang digunakan untuk tempat PKL oleh SMK
Negeri Nusawungu adalah KATO GROSIR & ECERAN Kroya, tempat dimana penyusun
ditempatkan.
Penyusun melaksanakan PKL di KATO
GROSIR & ECERAN Kroya selama 3 bulan, yaitu mulai tanggal 01 Februari s.d
30 April 2018. KATO GROSIR & ECERAN Kroya merupakan suatu perusahaan dagang
yang bergerak dibidang penjualan, baik barang yang dijual secara langsung
maupun barang yang menggunakan nota.
Setelah selesai melaksanakan PKL,
Penyusun diwajibkan untuk menyusun laporan PKL sebagai bentuk
pertanggungjawaban pelaksanaan PKL. Pada saat penyusun melaksanakan PKL di KATO
GROSIR & ECERAN Kroya, Penyusun sering membantu bagian penjualan barang –
barang bernota. Oleh karena itu, dalam menyusun laporan PKL Penyusun mengambil
judul “ PROSEDUR PENJUALAN BARANG BERNOTA DI KATO GROSIR & ECERAN KROYA”.
B.
Tujuan
Penyusunan Laporan
Tujuan disusunnya laporan ini adalah sebagai
berikut :
1. Sebagai
bentuk pertanggungjawaban siswa setelah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan
(PKL).
2. Salah
satu syarat untuk mengikuti Ujian Sekolah di SMK Negeri Nusawungu.
C.
Alasan
Pemilihan Judul
Adapun
alasan pemilihan judul laporan ini, yaitu :
1. Sesuai
dengan kegiatan yang dilakukan selama PKL di KATO GROSIR & ECERAN Kroya.
2. Sesuai
dengan materi yang didapatkan selama PKL.
3. Penyusun
berkeinginan untuk menambah wawasan dan pengetahuan dibidang pejualan.
D.
Faktor
Pendukung dan Penghambat
Dalam melaksanakan PKL, Penyusun
menjumpai beberapa faktor pendukung dan penghambat antara lain sebagai berikut
:
1. Faktor
pendukung
Adapun beberapa faktor pendukung
pelaksanaan PKL, yaitu :
a. Karyawan
KATO GROSIR & ECERAN yang baik serta ramah.
b. Adanya
sarana dan prasarana yang mendukung.
c. Tempat
PKL selalu bersih dan nyaman.
2. Faktor
Penghambat
Adapun beberapa faktor penghambat dalam
pelaksanaan PKL, yaitu :
a. Lokasi
PKL yang cukup jauh.
b. Kaurangnya
pengalaman tentang penerapan proses penjualan di dunia usaha.
c. Kurangnya
waktu yang diberikan untuk pelaksanaan PKL.
E.
Rumusan
Masalah
Dalam laporan ini, rumusan masalah yang
akan dibahas adalah :
1. Bagaimana
prosedur penjualan barang bernota di KATO GROSIR & ECERAN Kroya ?
2. Bagaimana
prosedur pengelolaan barang bernota yang tidak diproses ke kasir ?
BAB
II
PELAKSANAAN
PEKERJAAN
A.
Dasar
Teori
1. Tinjauan
tentang perusahaan dagang
Perusahaan dagang
adalah perusahaan yang aktivitas utamanya membeli, menyimpan dan menjual
kembali barang dagangan tanpa memberi nilai tambah terhadapnya. Dalam hal ini,
nilai tambah adalah seperti mengolah dan mengubah sifat atau bentuk barang asli
sedemikian rupa sehingga barang tersebut mempunyai nilai jual tinggi.
Perusahaan dagang memiliki beberapa ciri
– ciri diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Pendapatan
uatamnya berasal dari penjualan barang dagangan.
b. Biaya
utamanya berasal dari harga pokok barang yang dijual dan biaya usaha lainnya.
c. Dalam
aktivitasnya terdapat akun persediaan barang atau barang dagangan.
d. Tujuan
utamanya mencari laba dengan cara menjual barang dengan harga lebih tinggi
dibanding harga belinya.
Secara garis besar,
perusahaan dagang dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
a. Berdasarkan
produk yang diperdayakan
1) Perusahaan
dagang barang produksi
Perusahaan yang
memperdagangkan produk berupa bahan baku (raw material) atau alat – alat
produksi untuk menghasilkan produk lain. Contoh : kayu gelondongan dan mesin
bubut.
2) Perusahaan
dagang barang jadi
Perusahaan yang
memperdagangkan produk akhir dari barang yang siap dikonsumsi. Contoh : ransel,
pakaian, kulkas.
b. Berdasarkan
macam konsumen yang terlibat
1) Perusahaan
dagang besar (wholesaler)
Perusahaan yang
langsung membeli produk dari pabrik dalam jumlah besar dan dijual dalam volume
yang besar pula. Contoh : Pedagang grosir.
2) Perusahaan
barang perantara (Middleman)
Perusahaan yang membeli
dalam partai besar untuk dijual kembali ke pengecer dalam jumlah sedang. Contoh
: Pedagang subgrosir.
3) Perusahaan
dagang pengecer (Retailer)
Perusahaan yang
langsung berhubungan dengan konsumen.
Contoh : warung, kios,
dan swalayan.
Dari
uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa perusahaan dagang memiliki kegiatan
utama yaitu jual beli. KATO GROSIR & ECERAN Kroya merupakan salah satu dari
perusahaan dagang yang bergerak dalam bidang penjualan.
1. Tinjauan
tentang KATO GROSIR & ECERAN Kroya
KATO GROSIR & ECERAN Kroya adalah
perusahaan dagang yang bergerak dalam bidang penjualan, yang merupakan salah
satu unit usaha PT RITA RITELINDO yang didirikan oleh Tn. Lim Bunjung/ Buntoro
pada tahun 1982, yang masih berkembang hingga saat ini. KATO GROSIR &
ECERAN Kroya berlokasi di Jl. Ahmad Yani Lantai 2 Pasar Baru Kroya, Kabupaten
Cilacap.
Adapun visi dan misi dari KATO GROSIR
& ECERAN Kroya :
Visi :
Pilihan utama konsumen dan mitra usaha.
Misi :
a. Memberikan
produk, pelayanan, harga dan suasana belanja yang terbaik.
b. Memberikan
nilaitambah bagi konsumen, mitra usaha, karyawan dan pemegang saham.
c. Menyusun
strategi bisnis secara berkesinambungan untuk mendukung pencapaian tujuan
perusahaan.
d. Mencapai
budaya kinerja tinggi melalui kerja sama tim yang kuat.
e. KATO
GROSIR & ECERAN Kroya melakukan dua jenis penjualan, yaitu penjualan barang
secara langsung dan penjualan barang bernota.
2. Tinjauan
tentang nota penjualan
Nota adalah bukti atas transaksi
penjualan barang secara tunai. Nota dibuat
rangkap dua atau
tiga, yaitu :
a. Nota
asli berwarna putih yang diberikan kepada konsumen.
b. Salinan
pertama berwana kuning yang akan ditempelkan pada barang untuk kemudahan
pengambilan barang.
c. Salinan
kedua berwarna pink yang akan diarsipkan untuk keperluan pembukuan.
Nota
penjualan yang dibuat oleh petugas penjualan, berfungsi sebagai :
a. Alat
untuk mengetahui banyaknya barang dari jumlah barang yang dibeli.
b. Alat
untuk mengambil barang yang dibeli.
c. Tanda
terima pembayaran/ kuitansi.
d. Faktur.
Beberapa contoh
barang yang menggunakan nota dalam penjualannya
antara lain
sebagai berikut :
a. Pakaian
dalam wanita dan pria.
b. Baju
pria dan wanita bermerk.
c. Sandal
pria.
d. Obat.
e. Koemetik.
f. Jam
tangan dan jam dinding.
g. Alat
tulis.
h. Elektronik.
i.
Dll.
B. Persiapan Kerja
Persiapan –
persiapan kerja yang dibutuhkan antara lain :
1. Berdo’a
sebelum melakukan pekejaan.
2. Menggunakan
pakaian yang rapih dalam lingkungan pekerjaan.
3. Persiapkan
alat dan bahan yang dibutuhkan sebelum memulai pekerjaan.
4. Berkonsentrasi
dan jangan lalai dalam bekerja karena bisa mengakibatkan kesalahan fatal.
C. Keselamatan
Kerja
Sebelum
dan saat melaksanakan pekerjaan kita harus memperhatikan
keselamatan
kerja sebagai berikut :
1. Menjalankan
tugas sesuai dengan prosedur yang ada.
2. Tidak
bersenda gurau dalam melaksanakan pekerjaan.
3. Menggunakan
alat – alat sesuai fungsinya agar tidak terjadi hal – hal yang tidak
diinginkan.
4. Berhati
– hati dan berkonsentrasi dalam melakukan pekerjaan.
5. Merapikan
kembali alat – alat setelah selesai melakukan pekerjaan.
6. Segera
melaporkan kepembimbing jika mengalami masalah.
D. Bahan
Dan Peralatan
1. Bahan
yang digunakan
Adapun bahan yang
digunakan adalah nota penjualan sebagai bukti transaksi.
2. Alat
yang digunakan
Adapun alat yang digunakan
sebagai berikut :
a. Bollpoint
b. Spidol
c. Kalkulator
d. Penghapus
dan Tipe – X
E. Langkah
Kerja
1. Prosedur
penjualan barang bernota di KATO GROSIR &ECERAN Kroya sebagai berikut :
a. Konsumen
datang ke KATO GROSIR & ECERAN Kroya untuk memilih barang yang akan dibeli.
b. Pramuniaga
mendekati dan melayani konsumen.
c. Konsumen
menyerahkan barang bernota yang ingin dibeli kepada pramuniaga.
d. Pramuniaga
menerima barang dari konsumen, kemudian membuat nota penjualan atas barang
tersebut lalu menyerahkan nota asli kepada konsumen, sambil menunjukan kassa
tempat pembayaran.
e. Pramuniaga
membawa barang yang sudah dinota beserta salinan pertama nota ke loker kasir
untuk dilakukan transaksi.
f. Konsumen
menuju kassa pembayaran untuk melakukan transaksi barang, kemudian menyerahkan nota
yang sudah diberikan oleh pramuniaga kepada kasir.
g. Kasir
mengucapkan salam kepada konsumen dan menerima nota dari konsumen.
h. Bagian
kasir mengambil barang dari loker sesuai nota yang diterima, lalu mengecek
ukuran, warna, merk dan kecacatan barang pada barang tersebut. Apabila ada
kesalahan dan kecacatan pada barang tersebut, maka barang tersebut akan ditukar
dengan barang dan merk yang sama.
i.
Apalila sudah tidak ada
kecacatan pada barang yang akan dibeli konsumen, maka kasir akan memasukkan
transaksi ke komputer dan menyebutkan nominal dari jumlah keseluruhan
transaksi.
j.
Konsumen menyerahkan
uang atas transaksi tersebut.
k. Bagian
kasir menerima uang, kemudian memproses barang lalu menyerahkan barang kepada
konsumen.
l.
Kasir mengarsipkan
lembar asli dari nota yang diserahkan oleh konsumen untuk disesuaikan dengan
data di komputer.
m. Bagian
pramuniaga mengumpulkan nota rangkap kedua kemudian menyerahkan kepada bagian
akuntansi untuk pembukuan.
2. Prosedur
pengelolaan barang bernota yang tidak diproses ke kasir di
KATO GROSIR
& ECERAN Kroya sebagai berikut :
a. Pada
malam hari sebelum pramuniaga merekap nota penjualan, pramuniaga mengecek ke
loker kasir.
b. Apabila
ada barang bernota yang ada di loker kasir berarti barang tersebut tidak jadi
dibeli oleh konsumen.
c. Pramuniaga
mengumpulkan nota yang menempel pada barang – barang tersebut.
d. Nota
– nota yang telah dambil tersebut dijadikan acuan untuk memisahkan nota salinan
kedua yang disimpanoleh pramuniaga antara nota yang jadi dibeli oleh konsumen
dan barang yang tidak jadi dibeli oleh konsumen.
e. Nota
salinan kedua yang barangnya tidak jadi
dibeli oleh konsumen kemudian dimusnahkan bersama dengan nota yang menempel
pada baran tersebut.
f. Barang
yang tidak jadi dibeli tersebut dikembalikan ke rak display.
F. Pemeriksaan
Pemeriksaan yang harus dilakukan untuk
mengetahui bahwa kerja yang kita lakukan sudah benar, yaitu :
1. Bagian
pramuniaga memeriksa apakah nota yang ditulis dan diberikan kepada konsumen
sudah benar.
2. Bagian
pramuniaga memeriksa loker tempat peletakan barang sudah sesuai dengan nomor
pada nota penjualan.
3. Bagian
kasir memeriksa dan memastikan barang yang dibeli konsumen tidak rusak ataupun
cacat.
4. Bagian
pramuniaga memeriksa apakah ada barang yang masih berada di loker kasir atau
tidak.
G. Hasil
Kerja
Hasil kerja dari
penerapan pembayaran barang bernota adalah :
1. Jika
pemeriksaan nota sudah benar, maka nota akan diserahkan kepada konsumen untuk
pengambilan barang di kasir.
2. Jika
loker sudah sesuai dengan nomor pada nota, maka akan memudahkan kasir dalam
pengambilan barang.
3. Menukarkan
barang dengan ukuran, warna dan merk yang sama apabila ada kerusakan pada
barang yang dibeli konsumen, dan memasukkan transaksi ke komputer apabila tidak
ada kerusakan pada barang yang dibeli konsumen.
4. Jika
sudah tidak ada barang di loker kasir, maka tidak perlu dilakukan pemusnahan
nota, dan apabila masih ada barang di loker kasir, maka perlu dilakukan
pemusnahan nota dan pengembalian barang yang batal ke rak display.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah
penyusun melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di KATO
GROSIR &
ECERAN Kroya, maka penyusun dapat mengambil kesimpulan :
1. KATO
GROSIR & ECERAN Kroya merupakan perusahaan dagang yang menggunakan nota
penjualan sebagai bukti transaksi.
2. Tidak
semua jenis barang menggunakan nota, hanya produk dan item item tertentu saja.
3. Hasil
pembukuan barang dari nota penjualan akan disamakan dengan jumlah barang dan
jumlah uang yang masuk (pendapatan).
4. Tidak
semua barang yang sudah dibuatkan nota jadi dibeli oleh konsumen.
5. Nota
– nota yang sudah dibuat tetapi barangnya tidak jadi dibeli maka nota – nota
tersebut harus dimudnahkan.
B. Pengembangan
Produk
Setelah
melaksanakan PKL di KATO GROSIR & ECERAN Kroya,
menurut penyusun
ada hal – hal yang perlu dikembangkan antara lain :
1. Tempat
kerja yang harus selalu bersih dan rapi, supaya para konsumen merasa nyaman.
2. Usahakan
dalam setiap melayani konsumen dilakukan dengan sungguh – sungguh agar konsumen
merasa puas.
3. Kurangnya
kemudahan bagi konsumen untuk memperoleh informasi, dan perlu adanya tempat
atau ruang khusus bagi konsumen yang berkepentingan.
C. Saran
– Saran
Dalam
penyusunan laporan PKL ini penyusun memberikan beberapa saran
kepada pihak –
pihak yang telah membantu kegiatan PKL antara lain :
1. Saran
bagi instalasi
a. Lebih
meningkatkan kedisiplinsn kerja karyawan supaya pekerjaan dapat diselesaikan
tepat waktu.
b. Lebih
meningkatkan tanggungjawab atas tugas – tugas yang telah diberikan.
c. Lebih
meningkatkan kualitas pelayanan konsumen agar konsumen merasa nyaman dan
bertambah.
2. Saran
bagi sekolah
a. Tingkatkan
mutu/ kualitas di SMK Negeri Nusawungu.
b. Tingkatkan
mutu/ kualitas siswa – siswi di SMK Negeri Nusawungu.
c. Pertahankan
jalinan sama antara SMK Negeri Nusawungu dengan instalasi – instalasi
pemerintah.
3. Saran
bagi siswa
a. Hendaknya
siswa dapat menambah pengalaman dan pengetahuan pada pengetahuan pada waktu
PKL.
b. Siawa
harus bisa menjaga nama baik sekolah di mata masyarakat dan di mata dunia
industri.
c. Siswa
dapat menaati peraturan dari sekolah maupun industri.
DAFTAR
PUSTAKA
Somantri, Hendi (2004) Memahami Siklus Akuntansi SMK Tingkat 1
Bandung : Amico
Komentar
Posting Komentar