HEWAN TERNAK KESAYANGAN
HEWAN
TERNAK KESAYANGAN
BURUNG
KENARI

A.
Ciri-ciri
Burung Kenari
Ciri Kenari Jantan
- Posisi mata kenari jantan akan tampak sejajar dengan paruhnya bila telah berusia kurang lebih 7 hari
- Jika diamati dengan teliti, maka ukuran kepalanya akan tampak lebih ramping jika dibandingkan betina
- Setelah usia 2 hingga 3 minggu, pada umumnya anakan jantan akan lompat dengan jarak jauh dari pada burung betina
- Pada tubuhnya relatif lebih panjang, besar serta tegas
Kaki dengan ukuran lebih panjang kemudian jarinya tampak terlihat renggang - Pen/dubur terlihat menonjol kedepan
- Tulang belakang warnanya lebih pekat.
Ciri Kenari Betina
- Pen/dubur tampak datar dari pada burung jantan
- Kakinya berukuran lebih pendek dan jarak antara jari lebih rapat
- Tubuhnya relatif lebih kecil dengan bentuk yang bulat
B.
Cara Mengetahui
kesehatan Burung Kenari
1) Perubahan aktivitas / perilaku
sehari-hari
2) Perubahan warna, volume, dan
kepekatan kotoran
3) Perubahan penampilan kepalanya
4) Perubahan pada bulunya
5) Perubahan pada paha atau kaki
6) Perubahan pada pernafasan
7) Perubahan pola makan / minum dan
pencernaan
C.
Proses Adaptasi
Burung Kenari Di Lingkungan Baru
Obat antistres
Burung
yang baru dibeli pasti akan mengalami perubahan lingkungan. Mulai dari suhu
udara, bahan pakan, bentuk kandang, suasana di sekitarnya seperti tingkat
keramaian dan apa yang dilihat burung.
Pengerodongan sangkar
Jika Anda
melihat pembonceng sepeda motor membawa 1-2 sangkar yang dikerodong, hal itu
juga solusi mencegah stres pada burung selama dalam perjalanan / pengangkutan.
Perawatan di tempat baru
Di tempat
baru, misalnya rumah, burung yang baru dibeli perlu menjalani perawatan untuk
memberi kesempatan beradaptasi dengan lingkungan barunya. Hal pertama yang
perlu dilakukan adalah meneruskan program pencegahan stres dengan memberi obat
antistres selama 4-7 hari.
Adaptasi Makanan
Mungkin
Anda pernah mengalami kejadian, di mana burung yang baru dibeli nafsu makannya
rendah. Ini juga indikasi terjadi stres karena burung belum bisa beradaptasi
dengan jenis pakan dan waktu
pemberian pakan di tempat baru.
D.
Pemeliharaan
dengan pemberian pakan dan minum
Pemberian Pakan
Pemberian
pakan tambahan ini juga bertujuan untuk memacu suara maupun memperkuat warna
bulu. Kiat untuk menjaga kesegaran sayur dan buah yaitu dengan direndam ke
dalam air bersih sekitar 15-20 menit atau selama 30 menit sebelum diberikan
pada burung kenari.
Pilihan
jenis burung yang sering diberikan adalah apel, wortel, mentimun, dan buah pir
serta jagung muda.
Setelah
itu sayuran yang biasa diberikan adalah daun selad, sawi putih, dan sawi hijau
serta daun gindeng. Secara khusus tidak ada patokan dalam pemberian makanan,
tetapi sebagai acuan penangkar bisa mencoba-coba dengan jumlah tertentu.
Air Minum
Selain
pakan, burung kenari juga sangat memerlukan air minum. Dari banyak pengalaman
para penangkar, burung kenari termasuk satwa yang tergantung pada air,
diketahui apabila terjadi ketiadaan air sekitar 16 jam, maka kenari dipastikan
akan mengalami dehidrasi, stres, kehilangan kebugaran, dan daya tahan tubuh
yang dapat berakhir pada kematian. Dengan demikian, air minum harus selalu
tersedia di dalam kandang atau sangkar kenari.
E.
Perawatan
Kandang
- Sediakan karpet atau sejenis terpal yang tentu harus licin agar mudah dibersihkan, potonglah karpet itu sesuai dengan ukuran lantai dasar pada sangkar Kenari, yakni bentuk persegi, ataupun persegi panjang (menyesuaikan sangkar Kenari milik anda). Sediakan minimal 2, yang satu sepasang dan yang satunya lagi dipakai cadangan untuk dipasang secara bergantian. Lalu Karpet tersebut harus selalu ada. Setiap pagi hari karpet yang terdapat banyak kotoran Kenari harus diambil dan diganti dengan karpet cadangan. Bila perlu setiap ada kotoran yang dirasa cukup banyak, bisa langsung diganti dengan karpet yang baru, begitu seterusnya dan Jangan lupa juga untuk membersihkan tangkringannya. Selanjutnya adalah Semprot dengan air yang dicampur dengan OrBird berfungsi untuk menghilangkan bau kotoran.
- Membersihkan sangkar dari sisa-sisa kotoran dan pakan. Kalau kondisinya sudah mengering, sisa-sisa kotoran dan pakan yang menempel pada jeruji sangkar sulit dibersihkan. Karena itu, ketika sedang memandikan Burung dalam karamba, manfaatkan waktu untuk membersihkan sangkar dan tenggeran atau tangkringannya. Untuk hasil yang efektif, bersihkan dasar sangkar dengan air bersih, kemudian sikat jeruji atau sekat alas sangkarnya menggunakan sikat gigi bekas. Jangan lupa gunakan sabun agar kuman-kuman terbabat habis. Selain membersihkan sangkar, bagian tenggeran juga harus yang dibersihkan. Setelah itu, sangkar dianginkan sebentar. Ingat, dalam kondisi basah, sangkar jangan langsung dijemur, karena sangat berpotensi mengubah struktur kayu atau bahan pembuatan sangkar. Jika sudah cukup kering, bolehlah dijemur tetapi sebentar saja.
- Membersihkan tempat pakan dan wadah minum dari lumut atau jamur. Tempat pakan dan wadah air minum pada Burung mudah sekali terinfeksi jamur dan bakteri. Apalagi jika air minum atau voer yang digunakan tidak dilakukan penggantian secara rutin, sehingga dibiarkan selama beberapa hari. Voer yang tersimpan selama beberapa hari dalam wadah pakan mudah rusak, karena sering terkena cahaya matahari, terkena suhu lembab, dan kecipratan kotoran atau air (semprotan atau hujan). Akibatnya, bakteri mudah terbentuk dan jamur mulai menumpuk pada bagian dasar dari wadah pakan. Kalau pakan itu sampai dikonsumsi Burung, besar kemungkinan Burung akan mengalami gangguan pencernaan. Hal yang sama terjadi juga pada air minum yang dibiarkan lebih dari sehari. Kotoran dan jamur mudah menempel, yang berakibat Burung mudah mengalami diare. Untuk membersihkan tempat pakan atau wadah minum yang terbuat dari plastik atau keramik, kita bisa memanfaatkan spons / busa yang biasa digunakan untuk mencuci piring. Setelah wadah pakan atau wadah minum dibersihkan dengan air panas / hangat, gunakan spons untuk membersihkan jamur atau kotoran yang menempel.
- Membersihkan botol sprayer sebelum digunakan. Botol sprayer / semprotan sering terlihat menghitam atau berjamur di dalamnya. Bagaimana cara membersihkannya. Jika dibersihkan dengan cara biasa, tentu akan sulit dilakukan karena mulut botol terlalu kecil. Memanfaatkan asam sitrat (citric acid) yang bisa dibeli di toko bahan makanan atau toko kimia:
- Masukkan sedikit air ke dalam botol sprayer.
- Campurkan asam sitrat ke dalamnya, diamkan selama 10 menit.
- Setelah itu, bilas botol sprayer dengan air bersih hingga benar-benar bersih.
- Lakukan hal yang sama jika masih ada sisa-sisa jamur yang menempel.
- Membersihkan karamba / bak mandi yang kotor dan berkarat. Hal yang sama dilakukan Om Antlisty terhadap bak / karamba mandi yang sudah kotor, bahkan penuh karat dan penuh jamur. Dia juga memanfaatkan asam sitrat untuk membersihkannya. Berikut ini caranya:
- Taburkan asam sitrat secara merata ke dalam bak / karamba mandi.
- Tambahkan air ke dalam karamba mandin, hingga ketinggiannya mencapai setengah dari kapasitas bak.
- Gunakan spons / busa untuk mencuci dan membersihkan karamba yang kotor, berlumut, berjamur, bahkan berkarat.
- Setelah itu, bilas dengan air bersih atau sabun.
- Sebisa mungkin kebersihan sangkar Kenari harus selalu dijaga agar Kenari tetap merasa nyaman dan senang, karena jika selalu bersih maka tentu Kenari akan selalu sehat dan tampil prima atau terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh kuman, bakteri, ataupun virus. Jika Kenari sehat maka tentu juga akan sangat senang untuk gacor, dan Kenari yang rajin gacor harganya sangat mahal.
KUCING

A. Ciri-Ciri Kucing
1)
Hewan mamalia.
2)
Berkembang biak dengan melahirkan.
3)
Dapat melahirkan 3-4 anak, Memiliki
kelenjar susu.
4)
Memiliki sepasang mata yang tajam.
5)
Memiliki warna bulu yang
beragam(putih-coklat, putih-oranye, dll).
6)
Memiliki sepasang kaki depan dan
sepasang kaki belakang.
7)
Memiliki cakar yang tajam.
8)
Memiliki gigi taring yang tajam.
9)
Memiliki ekor yang panjang
(terkadang ada yang pendek)
10)
Memiliki sepasang telinga yang
runcing.
11)
Memiliki pendengaran yang tajam.
12)
Memiliki hidung yang berwarna pink
dan coklat kehitaman.
B. Kesehatan Kucing
Menyisir rambut,
memotong kuku, membersihkan mata dan telinga,
serta perawatan gigi adalah kegiatan sederhana yang harus dilakukan
teratur. Kegiatan ini berperan banyak untuk menjaga kesejahteraan dan kesehatan
kucing.
Jika semua kegiatan
ini telah disosialisasikan dengan baik kepada kucing sejak masih kecil, kucing
dewasa akan terbiasa dengan semua kegiatan yang dilakukan teratur sepanjang
umurnya. Jika kucing menolak, Anda harus bersabar dan tetap lembut kepada
kucing anda serta jangan ragu meminta saran dari dokter hewan atau profesional
seperti peternak atau groomer.
C. Tingkat Keagresifan Kucing
1. Periksa kondisi kucingmu terlebih dahulu.
Kamu harus bisa memastikan terlebih dahulu
apakah kucingmu terlihat dalam kondisi sehat atau sakit maupun cidera.Kucing
kita yang biasanya bersikap anteng dan tenang bisa saja berubah menjadi galak
dan bersikap agresif jika mereka sedang mengalami sakit atau cidera. Apabila
kucingmu sedang dalam mengalami cidera, bantu dia secara perlahan lahan. Lalu,
biarkan dia tenang terlebih dahulu. Berikan dia waktu sebentar, jangan
melakukan aktifitas yang malah bisa membuat kucingmu semakin terganggu
keadaanya dan sebaiknya kamu memantau dan melihatnya sambil duduk. Jika
kucingmu sudah menaruh kepercayaan padamu, sebaiknya kamu jangan mengangkat
tanganmu melebihi atas kepalanya, lakukanlah gerakan yang perlahan dan jangan
sampai membuat kucingmu merasa kaget. Lakukanlah pengusapan pada leher dan
bagian belakang telinga, tapi apabila kondisi memungkinkan, kamu bisa mengusap
pada bagian atas hidung diantara kedua matanya. Hal ini akan membuat kucing
merasa nyaman. Segera konsultasikan juga ke dokter atau bawa ke klinik hewan
terdekat apabila kondisi sakit atau cidera kucingmu ngak bisa kamu tangani
sendiri.
2. Kucing yang merasa ketakutan.
Disebabkan oleh karena adanya rasa ketakutan
yang luar biasa, kucing juga dapat berubah menjadi agresif dan galak dengan
seketika tiba tiba. Solusi pertama dalam mengatasinya mudah, untuk sementara
sebaiknya jangan dulu dekatkan dengan para penghuni rumah atau pendatang yang
baru dirumah kepada kucing. Jangan juga dekatkan dulu dengan kucing di rumah
kamu apabila kamu memiliki tidak cuma 1 ekor kucing di rumah apalagi dengan
kucing asing atau baru yang berada di rumah. Beri kucingmu waktu sebentar untuk
menenangkan dirinya terlebih dahulu.
3. Perilaku mengigit.
Sifat mengigit pada kucing yang sedang
agresif bisa kamu hindari dengan melihat tingkah laku kucing terlebih dahulu.
Sebelum kamu ingin menyentuh kucingmu, pastikan dia tidak dalam keadaan sibuk
atau memperhatikan selain kamu. Sebaiknya dekati kucing yang bersifat agresif
dalam keadaan dia sedang tenang atau mengantuk, bukan pada saat sedang dalam
keadaan waspada ataupun marah. So, be carefull...
4. Bermain yang berlebihan dan berujung pada
perkelahian.
Keagresifan kucing yang disebabkan karena
permainan emang seringkali terjadi, baik bermain dengan kita sebagai
pemilikinya maupun bermain dengan kucing yang lain. Kalo hal ini sudah terjadi,
ada baiknya kamu menghindar terlebih dahulu supaya tidak terkena cakaran atau
gigitan si kucing. Apabila dia tiba tiba marah dan bersikap agresif karena
kucing lain yang mungkin hanya ingin bermain dengannya atau bercanda dengan dia
sebaiknya pisahkan terlebih dahulu kucing tersebut karena bisa bisa nanti yang
ada malah perkelahian antar kucingmu dengan kucing yang lain.
5. Kucing yang jarang kita pegang.
Kucing yang jarang kita pegang mungkin karena
kita terlalu sibuk dengan rutinitas kita juga bisa menjadi faktor penyebab
kucing menjadi galak dan agresif. Berikan dia elusan dengan penuh kasih sayang,
mereka juga butuh kasih sayang kita sebagai sang pemilik. Jangan biarkan dia
merasa kesepian dan kurang kasih sayang dari kita. Inget kucing juga perlu
kasih sayang dari kita layaknya manusia juga pada umumnya. Jangan terlalu
sering menaruh atau terlalu lama mengurung kucing juga di kandang kucing, ini
akan berdampak dia menjadi stress dan bisa berakibat dia menjadi agresif.
Sebaiknya atur waktumu dalam mengandangkan si kucing. Beri dia waktu juga untuk
bisa bermain di luar kandang. Berikan dia juga kandang kucing yang nyaman buat
dia tinggal supaya kucingmu tidak mengalami stress ketika berada di kandang.
D. Proses Adaptasi Kucing di Lingkungan Baru
1)
Saat
Anda membeli kucing itu, usahakan membawanya dalam kotak tertutup. Untuk
menghindari trauma selama perjalanan menuju rumah Anda.
2)
Hindari
musik keras yang menggelegar, karena bisa mengganggu proses adaptasi kucing
baru Anda.
3)
Seekor
kucing baru biasanya membutuhkan waktu sampai dua minggu untuk melalui masa
transisi ke rumah barunya, terutama jika ada hewan lain.
4)
Anda
harus memiliki sebuah ruangan kecil yang siap pakai untuk area isolasi
sementara.
5)
Jangan
memberikan makanan minimal satu jam setelah kucing sampai di rumah. Berikan
waktu untuk kucing itu merasa nyaman dengan rumah barunya.
6)
Sesampainya
di rumah, bukalah kotak kucing di ruang isolasi dan biarkan kucing itu keluar
sendiri ketika dia siap. Ini mungkin memerlukan sedikit waktu.
7)
Berikan
waktu beberapa menit agar kucing bisa menjelajahi seluruh ruangan dan kemudian
Anda bisa menunjukkannya pada kucing baru Anda.
8)
Tinggalkan
ruangan dan berikan waktu untuk kucing sendiri sehingga merasa akrab dengan
lingkungan barunya.
9)
Kembalilah
setelah sekitar satu jam dengan makanan dan pelukan hangat untuknya.
E. Pemeliharaan Kucing Dengan Pemberian Pakan Dan Minum
Makanan yang
diberikan kepada kucing sebaiknya merupakan makanan yang khusus diperuntukkan
untuk kucing, yang dapat diperoleh dari petshop atau membuat sendiri. Pemilihan
makanan yang khusus ini penting agar tersedianya kecukupan nutrisi yang sangat
dibutuhkan kucing. Kucing dapat diberikan makanan berupa ikan ataupun daging.
Pemberian daging (khususnya daging sapi) adalah penting untuk kesehatan kucing,
terutama terhadap pertumbuhan bulu. Waktu pemberian makan haruslah ditentukan
dengan baik, biasanya dilakukan dua sampai tiga kali dalam sehari. Pemberian
makanan yang terlalu sering atau kebanyakan dapat menyebabkan kucing muntah.
Minuman diberikan
dalam bentuk air putih (fresh water) yang telah matang. Minuman sebaiknya
selalu ada dalam jumlah yang cukup dan selalu tersedia.
F. Perawatan Kandang Kucing
1. Bersihkan kandang
kucing secara rutin minimal sehari sekali dan jangan lupa mengganti pasir dalam
litter box setiap membersihkan kandang
lalu cuci bersih litter box tersebut.
2. Pastikan ada
sirkulasi udara pada kandang kucing sehingga tidak menimbulkan bau pada ruangan
yang digunakan untuk kandang kucing.
3. Semprot seluruh
bagian kandang dengan air, tapi hal ini tidak perlu dilakukan setiap hari,
cukup seminggu sekali saja.
4. Semprotkan cairan
desinfektan pada setiap sisi kandang, lalu sikat hingga bersih di setiap sisi
kandang kucing.
5. Jika melihat kucing
kamu membuang kotoran lekas segera bersihkan, sebab kotoran yang terlalu lama
mengendap dan bau akan mengurangi mood mereka untuk makan maupun beraktivitas.
Apalagi kalau kotoran kucing tersebut sampai terinjak oleh kaki si kucing
alhasil kotoran merekapun akan terbawa kemana mana.
6. Pasir hendaknya
setiap hari selalu diganti, minimal sehari sekali, karena kotoran kucing yang
terlalu lama mengendap akan memicu timbulnya virus seperti toxoplasma dan
menyerang pada kucing kesayangan kita. Ngak mau kan hal itu terjadi sama
kucingmu ??
7. Pasir yang terkena
kotoran kucing hendaknya dibuang langsung, tapi bagi pengguna pasir Zeolit atau
pasir cuci yang merasa sayang untuk dibuang hendaknya pasir itu dicuci setelah
dipakai, sebagai salah satu penanggulangan dari virus yang akan muncul.
8. Jemur pasir dan
kotaknya dibawah terik matahari, hingga benar-benar kering, hal ini bertujuan
agar kuman yang tersisa yang masih hidup karena kebal desinfektan mati terkena
sinar panas matahari.
9. Semprotkan parfum
pengharum ruangan agar bau ruangan kembali harum dan agar kucing kesayangan
kita juga betah disana dan kitapun nyaman ketika memasuki ruangan kucing kita.
10. Jangan lupa juga
untuk memandikan si kucing sacara rutin agar kesehatannya terjaga.
G. Perawatan Kesehatan
1.
Mengecek Suhu Tubuh Kucing
Secara
manual, kita dapat mengecek suhu tubuh kucing dengan menggunakan tangan.
Caranya, pegang di daerah salah satu atau kedua daun telinga kucing,
rasakan apakah telinga daun kucing terlalu panas, atau justru dingin. Sebab
indikator kucing demam atau tidak dapat diketahui dengan perubahan suhu melalui
telinganya. Jika terlalu panas, bisa jadi kucing demam, begitu juga bila
terlalu dingin. Perubahan suhu melalui telinga bisa diindikasikan kucing demam
atau mengalami masalah kesehatan yang membuatnya tidak nyaman.
Jika
kucing demam, dapat ditangani dengan memberikannya asupan madu yang dicampur
air. Bisa juga membeli obat di Pet Shop. Tetapi jika demam terus
berlanjut lebih dari tiga hari, segera periksakan ke dokter, terutama bila
kucing masih kecil.
2.
Mengecek Feses Kucing
Cek
feses atau kotoran kucing kita. Indikasi kucing tidak sehat dapat dilihat juga
melalui feses yang dikeluarkannya. Kucing sehat fesesnya akan berbentuk, tidak
terlalu lembek dan tidak terlalu keras. Umumnya berwarna coklat tua. Kucing
tidak sehat, fesesnya terlalu lembek berwarna seperti mentega, bahkan cair jika
mencret. Kucing menderita diare akut tentu fesesnya lembek disertai darah atau
ingus.
Diare
pada kucing bisa menyebabkan kematian, terutama jika masih kecil atau kitten.
Penanganan pertama dapat dengan memberikannya obat diare khusus kucing yang
dijual di Pet Shop. Akan tetapi lebih baik jika kita langsung membawanya
ke klinik dokter hewan.
3.
Mengecek Mata Kucing
Kucing
yang sehat ditandai dengan matanya yang tanpa kotoran, jernih dan berbinar.
Namun kucing yang kondisi tubuhnya tidak sehat, matanya berair, bahkan
berlendir dengan kotoran mata berlebih. Beberapa masalah mata pada kucing ini
dapat diakibatkan jamur yang menyerang matanya, debu atau kotoran lainnya
sehingga menimbulkan reaksi radang.
Pertolongan
pertama dapat dengan membersihkan mata kucing menggunakan air hangat atau
cairan infus, kemudian memberikannya obat tetes mata khusus kucing di Pet
Shop. Namun jika tidak sembuh jua dapat berkonsultasi dengan dokter hewan.
4.
Mengecek Hidung Kucing
Hidung
kucing juga dapat dijadikan indikator kucing sehat atau tidak. Kucing tidak
sehat hidungnya berwarna merah menyala atau bahkan pucat, hidung kucing normal
berwarna merah jambu. Hidung kucing, kering juga menandakan kucing dalam
kondisi tidak sehat. Namun hidung kucing basah berlebihan bisa jadi kucing
menderita flu. Apalagi jika kucing bersin-bersin hingga mengeluarkan ingus,
sudah pasti kucing flu.
5.
Mengecek Tengkuk Kucing
Jika
ingin melihat kondisi kucing kita secara keseluruhan baik atau tidak, dengan
memeriksa tengkuknya. Biasanya kucing sehabis muntah dan diare akan mengalami
dehidrasi, kita bisa pastikan dengan mengecek tengkuk kucing. Caranya, cubit
perlahan tengkuk kucing, setelah itu lepaskan.
6.
Mengecek Gusi Kucing
Kucing
sehat, gusinya berwarna merah muda. Namun kucing tidak sehat, gusinya berwarna
pucat atau merah berlebih. Ada banyak faktor kesehatan yang dapat mempengaruhi
warna gusi kucing, seperti demam, flu, pencernaan dan lain-lain.
7.
Memperhatikan Perilaku Kucing
Kucing
yang tidak sehat sudah pasti akan menunjukkan perilaku murung, diam dan tidak
lincah seperti biasanya. Beberapa kucing yang tidak sehat selain menunjukkan
perilaku diatas juga disertai dengan tidur terus-menerus, dibarengi dengan
kehilangan nafsu makan secara bertahap dan hanya ingin minum bahkan minumnya
berlebihan. Ada banyak faktor yang tidak sehat bila kucing menunjukkan
perilaku seperti ini. Jika bingung, bawa saja ke dokter hewan untuk
memeriksakan kondisi kesehatannya.
HAMSTER

A. Ciri-ciri dari hamster
Ciri-ciri dari hamster adalah memiliki badan
yang gemuk, berekor pendek, bagian bawah hamster berwarna putih sampai abu-abu
dan hitam, berbulu tebal dengan warna bulu yang beragam tergantung dari spesies
hamster tersebut, ada bulu hamster yang berwarna polos (1 warna) seperti hitam,
abu-abu, putih, coklat, kuning(gold), moka, dan ada juga yang berwarna belang
(2 warna) seperti putih hitam, putih abu, dan putih coklat.
B. Perawatan Kandang Hamster
1)
Siapkan
perlengkapan untuk membersihkan kandang seperti sikat, sabun, dan handuk.
2)
Dengan
perlahan, tangkap hamster dan letakkan dalam wadah sementara agar hamster tidak
melarikan diri.
3)
Lepaskan
penutup atas kandang jika ada. Keluarkan pula mangkuk makanan serta air.
4)
Bersihkan
semuanya dengan air serta gunakan sabun atau pembersih lain jika perlu.
5)
Jangan
lupa untuk mengeluarkan alas kandang.
6)
Beberapa
bahan yang biasa digunakan sebagai alas kandang diantaranya adalah kertas,
serutan kayu, atau pasir halus.
7)
Bersihkan
kandang dengan air dan pembersih jika diperlukan. Pastikan untuk membilas
hingga bersih sisa cairan pembersih atau sabun.
8)
Keringkan
kandang dengan handuk.
9)
Pasang
kembali bagian-bagian kandang hamster seperti penutup kandang dan bagian lain.
10)
Letakkan
kertas, serutan kayu, atau pasir halus sebagai alas kandang.
11)
Beri
alas cukup tebal agar hamster dapat menggali atau membuat liang.
12)
Masukkan
kembali mangkuk makanan serta mangkuk air beserta semua mainan hamster.
13)
Masukkan
kembali hamster ke dalam kandang yang sudah dibersihkan.
C. Pemeriksaan Kesehatan hamster
1)
Periksa
hidung hamster anda setiap hari. Hidung basah atau meler menandakan pilek.
Hamster sangat mudah terserang pilek atau flu dari manusia.
2)
Hidung
meler atau bersin juga dapat menandakan alergi. Beberapa hamster bisa iritasi
oleh debu dari serbuk kayu atau bau yang menyengat yang ditemukan bahan
alas/bedding.
3)
Pengamatan
setiap hari sebaiknya juga ditujukan ke mata hamster anda. Hamster mudah sekali
kena serpihan serbuk kayu ke matanya pada saat menggali lubang, jika mata
hamster anda kelihatan basah maka periksalah benda asing di matanya.
4)
Beberapa
jenis hamster mudah terkena penyakit mata yang dikenal sebagai “Glaukoma”. Mata
yang terkena glaukoma akan membengkak dan dipenuhi oleh cairan. Ini sangat menyakitkan
bagi hamster anda.
5)
Beberapa
hamster akan develop katarak di masa tuanya. Sering kali kondisi ini ditandai
lingkaran kebiruan di tengah matanya.
Juga perlu diingat bahwa penglihatan hamster sangat buruk, mereka hanya dapat melihat jarak dekat.
Juga perlu diingat bahwa penglihatan hamster sangat buruk, mereka hanya dapat melihat jarak dekat.
6)
Pengecekan
kulit dan bulu secara teratur juga baik. Perubahan pada kulit dapat menandakan
masalah kesehatan yang ada pada hamster anda.
7)
Hamster
tua akan mengalami bulu menjadi tipis dan beberapa kerontokan bulu ini adalah
bagian dari prose alami penuaan. Tetapi jika hamster muda memperlihatkan
tanda-tanda ini maka harus dicari penyebabnya.
AYAM

A. Ciri-ciri Ayam
1. Tergolong hewan omnivora.
2. Termasuk hewan unggas.
3. Ovivipar (hewan yang bertelur)
4. Memiliki bulu yang beragam (merah, hitam,
putih, dll.)
5. Memiliki jengger berwarna merah di atas
dan di bawah kepala.
6. Memiliki sepasang kaki yang ramping dan
ditumbuhi sisik.
7. Memiliki cakar untuk mengais dan sebagai
alat perlindungan diri dari musuh.
8. Memiliki paruh yang runcing.
9. Memiliki sepasang mata di samping kepala.
10. Mwmiliki sayap (tetapi tidak bisa
digunakan untuk terbang)
11. Hanya ayam jantan yang bisa berkokok.
12. Dapat bertelur hingga 8-12 butir.
13. Mengerami telur hingga 21 hari.
B. Kesehatan Ayam
Sanitasi
(biosecurity)
Pelaksanaan karantina dengan berbagai
perlakuan, yaitu pada saat pertama ayam datang ke tempat kita, merupakan salah
salah satu permulaan yang baik dalam pemeliharaan kesehatan. Selanjutnya
diharapkan, ayam dapat bertahan terhadap berbagai serangan penyakit.
Penyediaan kandang peneduh yang baik untuk
ayam-ayam beristirahat pada malam hari, dan dihari hujan atau terik matahari,
begitu juga dengan penyediaan sarang yang bersih, merupakan upaya-upaya
sanitasi yang baik. Kandang jangan dibiarkan bocor, sehingga akan membuat
lantai basah. Apabila disediakan pakan dan minum pada tempat tertentu, maka
tempat-tempat tersebut agar dijaga kebersihannya setiap hari.
Tetap berusaha untuk mengawasi kalau-kalau
ada ayam sakit, yang harus segera dipisahkan dari kelompok yang sehat, karena
besar kemungkinan bisa menularkan penyakit yang dideritanya. Penggunaan
antiseptik atau desinfektan dengan jalan disemprotkan ke sekitar kandang pada
waktu-waktu tertentu secara teratur dianjurkan untuk mengurangi perkembangan
berbagai kuman dan kutu di sekitar kandang.
Imunisasi
Untuk unggas ayam, telah ditemukan berbagai
vaksin yang dapat dipakai untuk meningkatkan imunitas tubuh ayam terhadap
penyakit. Vaksin ND merupakan vaksin penting yang harus dimasukan ke dalam
tubuh ayam untuk meningkatkan imunitas atau daya kekebalan tubuh terhadap
serangan penyakit virus ND. Beberapa vaksin lain telah dianjurkan untuk
diaplikasikan untuk menangkal beberapa penyakit menular lainnya.
C. Pemberian Makan dan minum Ayam
Pemberian Makan
|
Air
|
Maks
|
12 %
|
|
Protein Kasar
|
Min
|
22,5 %
|
|
Lemak
|
3%
|
7 %
|
|
Serat Kasar
|
Maks
|
5 %
|
|
Abu
|
Maks
|
7 %
|
|
Kalsium
|
0.9%
|
1,1 %
|
|
Phosphor
|
0.6%
|
0.9 %
|
|
Coccidiostat
|
Min
|
|
|
Antibiotika
|
Min
|
Pemberian Minum
|
Umur (hari)
|
Kebutuhan Air minum / hari
|
|
0 – 7
|
50 liter / 1000 ekor
|
|
8 – 14
|
100 liter / 1000 ekor
|
|
15 – 21
|
150 liter / 1000 ekor
|
|
22 – 28
|
200 liter / 1000 ekor
|
D. Perawatan Kandang Ayam
1)
Semprot
langsung dengan desifektan dan insektisida setelah ayam keluar dan keluarkan
semua peralatan dari kandang.
2)
Buang
dan bersihkan semua kotoran dari kandang.
3)
Semprot
seluruh bagian kandang termasuk atap, lantai, dinding, layer dan bagian lain
dengan air sabun (deterjen), gunakan tekanan rendah.
4)
Kerok
dan sikat sampai bersih sisa kotoran ayam dari slat dan dari permukaan kandang
lain ketika masih basah. Untuk membilas, semprot dengan air yang bertekanan
tinggi atau gunakan air hangat.
5)
Lakukan
reparasi kandang dan perawatan lantai apabila dibutuhkan seperti pemberian
garam dapur (NaCI) untuk membunuh cacing, kapur untuk membunuh coccidia, tawas
untuk membunuh kutu.
6)
Bersihkan
gudang peralatan, gudang pakan dan fasilitas-fasilitas lain dalam area farm,
sapu, sikat dan hilangkan sarang laba-laba. Untuk kandang yang menggunakan bin
(tangki penyimpanan pakan), buang sisa pakan pada bin, dan bersihkan atau sikat
bin.
7)
Musnahkan
hama tikus dan serangga.
Komentar
Posting Komentar