LAPORAN PRAKERIN PEMBUATAN HANDRAIL
PEMBUATAN
HANDRAIL
DI PT
ENCONA INTI INDUSTRI CILACAP

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Mengikuti
Ujian Akhir Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Nusawungu
Tahun Pelajaran 2018/2019
Disusun oleh :
NAMA
: WALUYO UTOMO
TINGKAT
: XII ( DUA BELAS ) TP 1
NIS
: 3224
PROGRAM STUDI KEAHLIAN
: TEKNIK MESIN
PAKET KEAHLIAN
: TEKNIK PEMESINAN
![]() |
|||
![]() |
|||
PEMERINTAH
PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN
DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN NEGERI
NUSAWUNGU
Jl
Perintis, Klumprit – Nusawungu – Cilacap
Kode pos 53283
Laporan Praktik Kerja Industri ini telah
disetujui oleh pembimbing industri PT Encona Inti Industri di Cilacap pada :
Hari : ...................................................
Tanggal : ...................................................
Cilacap,
Oktober 2018
Mengetahui,
Manager
PT
Encona Inti Industri Pembimbing industri
Agus Hardianto. ST Toto
Supriadi
Laporan Praktik Kerja Industri ini telah
disetujui oleh pembimbing sekolah dan disahkan oleh kepala SMK Negeri Nusawungu
pada :

Hari
: ........................................................
Tanggal
: ........................................................
Nusawungu, Oktober 2018
Ketua
Paket Keahlian
Teknik
Pemesinan Pembimbing
Sekolah
Drs. Wiwiet Triwyanto Drs. Edi Priyanto
NIP. 19641007 200701 1 015
NIP. 19680803 200012 1 001
Mengetahui
Kepala
SMK Negeri Nusawungu
Navy
Hardiati Dian Mintarsih, S.Pd., M.Pd.
NIP. 19671212 199003 2 006
Laporan
Praktik Kerja Industri ini telah diuji dan dipertahankan dihadapan penguji
sekolah pada :

Hari : Selasa
Tanggal :
18 September 2018
Nusawungu, Oktober 2018
Penguji I Penguji II
M. Dwi Prasetyo, S.Pd. Drs.
Edi Priyanto
NIP. 1640810 200701 1 017 NIP. 19680803 200012 1 001
MOTTO
1.
Jadikanlah hari ini lebih baik dari hari kemarin dan jadikanlah hari
esok lebih baik dari hari ini
2.
Doa tanpa usaha sama saja bohong, usaha tanpa doa sama saja sombong
3.
Pengalaman adalah guru yang terbaik
4.
Man Jadda Wa Jadda
5.
Pilihlah hobi yang akan medekatkanmu pada cita-cita
PERSEMBAHAN
1.
Kepada orang tua yang selalu memberi motivasi dan kasih sayang
2.
Ibu Navy Hardiati Dian Mintarsih, S.Pd., M.Pd. selaku kepala SMK Negeri
Nusawungu
3.
Bapak Sulasdi, S.Pd. Selaku waka Humas Du/Di SMK Negeri Nusawungu
4.
Ibu Mustika Istiani, S.Pd. selaku pokja Praktik Kerja Industri
5.
Bapak Drs. Wiwiet Triwyanto selaku Ketua Paket Keahlian Teknik Pemesinan
6.
Bapak Drs. Edi Priyanto selaku pembimbing sekolah
7.
Bapak Agus Hardianto selaku Manager PT Encona Inti Industri
8.
Bapak Toto Supriadi selaku pembimbing industri
9.
Bapak, Ibu guru dan Keryawan SMK Negeri Nusawungu
10. Pembaca
Dengan mengucap rasa syukur pada Tuhan Yang
Maha Esa atas segala puji dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan ini dengan baik. Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
Ujian Akhir Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Nusawungu.
Rasa syukur dan terima kasih sedalam-dalamnya
penulis sampaikan kepada semua pihak yang berperan dan membantu dalam
terselesainya laporan ini terutama penulis tunjukan pada :
1.
Ibu Navy Hardiati Dian Mintarsih, S.Pd., M.Pd. selaku kepala SMK Negeri
Nusawungu
2.
Bapak Sulasdi, S.Pd. Selaku waka Humas Du/Di SMK Negeri Nusawungu
3.
Ibu Mustika Istiani, S.Pd. selaku pokja Praktik Kerja Industri
4.
Bapak Drs. Wiwiet Triwyanto selaku Ketua Paket Keahlian Teknik Pemesinan
5.
Bapak Drs. Edi Priyanto selaku pembimbing sekolah
6.
Bapak Agus Hardianto selaku Manager PT Encona Inti Industri
7.
Bapak Toto Supriadi selaku pembimbing industri
8.
Bapak, Ibu guru dan Keryawan SMK Negeri Nusawungu
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan
laporan ini masih banyak kekeliruan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu dengan hati terbuka penulis menerima kritik dan saran yang bersifat
membangun. Penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi
para pembaca.
Nusawungu, Oktober 2018
Penyusun
Waluyo Utomo
Praktik
Kerja Industri merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan
profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron program pendidikan di
sekolah dengan tuntutan keahlian profesional tertentu di lapangan kerja melalui
kegiatan bekerja secara langsung didunia kerja sesuai tujuan praktik kerja
industri yaitu memenuhi sebagian persyaratan mengikuti Ujian Akhir Nasional di
SMK Negeri Nusawungu.
Laporan
adalah suatu bentuk pertanggungjawaban atas sebuah pekerjaan yang dijalani guna
mengetahui apa yang dikerjakan dan nantinya sebagai tugas setelah pekerjaan itu
selesai, keberhasilan penyusunan laporan yang telah dibuat yaitu apabila diterima
oleh pembimbing atau pimpinan industri dan laporan telah disetujui maka
selesailah tugas laporan tersebut.
Mengingat
materi yang ada dan terbatasnya waktu yang akan diperlukan untuk melaksanakan
penyusunan laporan maka dalam penyusunan laporannya pun sangat terbatas.
Bagi
siswa tujuan penyusunan laporan antara lain :
1.
Agar memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan kejuruan.
2.
Bekal untuk memasuki lapangan kerja.
3.
Sebagai bukti tertulis bahwa penulis telah melaksanakan Pratik Kerja
Industri.
Adapun
alasan pemilihan judul laporan praktik kerja industri ini adalah sebagai
berikut :
1.
Penulis berkeinginan menambah pengalaman dan pengetahuan
2.
Penulis tertarik pada pekerjaan ini karena lebih mudah
Dalam
penyusunan laporan prakerin terdapat beberapa macam faktor pendukung dan
penghambat antara lain :
1.
Faktor Pendukung
a.
Alat dan bahan untuk melakukan pekerjaan yang memadai.
b.
Adanya pembibing industri yang profesional.
2.
Faktor Penghambat
a.
Kurangnya pengetahuan tentang mesin yang digunakan dalam pembuatan
handrail.
b.
Sedikit waktu yang disediakan untuk prakerin.
Berdasarkan
apa yang terdapat pada faktor penghambat maka dapat dirumusan sebagai berikut :
1.
Apa yang dimaksud dengan Handrail ?
2.
Mesin apa saja yang digunakan dalam pembutan Handrail ?
3.
Bagaimana cara membuat Handrail ?
Nama Perusahaan : PT ENCONA INTI INDUSTRI
Manager :
Agus Hardianto, ST.
Alamat :
Jalan singalodra No.1 Cilacap, Cilacap Selatan.
Telp :
0282-534687-534311
Sejarah Berdirinya Industri
Pada
tahun 1974 berdiri sebuah perusahaan dari jepang yang diberi nama Permiko, yang
bergerak dibidang contruction. Perusahaan permiko sudah mengekspor hasil produk
hingga ke jepang bahkan sampai ke mesir. Namun seiring berjalannya waktu
perusahaan ini mulai bangkrut dan banyak karyawan yang di PHK tepatnya pada
tahun 2011 dan pada tahun tersebut juga Permiko dijual kepada PT ENCONA INTI
INDUSTRI yang bergelut dibidang civil, building. Karena banyak aset permiko
yang tertinggal maka bidang pekerjaan PT ENCONA INTI INDUSTRI pun bertambah
menjadi civil, building dan contruction. Setelah ganti nama encona banyak
kosumen yang datang memesan produk terutama pada bidang konstruksi.
Visi dan Misi
Visi
1.
Mengutamakan keselamatan kerja
2.
Mengutamakan 3s (senyum,salam,sapa)
Misi
1.
Mencari pekerjaan sebanyak banyaknya untuk mensejahterakan karyawan
2.
Bekerja sebaik mungkin untuk memuaskan konsumen
Struktur
Kepengurusan
![]() |
Bidang pekerjaan :
1.
Pengeboran
2.
Pengelasan
3.
Pembubutan
4.
Pemotongan
5.
Penggerindaan
6.
Pengepresan
Hasil Produk :
1.
Plat embedeed
2.
Handrail
3.
Bucket
4.
Support
Pelanggan
1.
PLBC
2.
PT Triston
3.
PT Singgarang
4.
PT PBAS
1.
Pengertian
Handrail
Handrail adalah rel yang dirancang untuk digenggam
oleh tangan sehingga memberikan stabilitas atau dukungan. Handrail berfungsi
sebagai pengaman antar ruang terbuka lantai balkon dengan sisi luar agar orang
tidak terjatuh dan pegangan untuk orang disaat naik atau menuruni tangga.
Handrail biasnya dipasang pada lantai.
2.
Mesin
Yang Digunakan Untuk Membuat Handrail
a)
Mesin Gerinda Potong
b)
Reamer (Peluas)
c)
Mesin Las Listrik
d)
Mesin Bor
e)
Mesin Gerinda Tangan
a)
Mesin
Gerinda Potong
Mesin Gerinda Potong yaitu mesin pemotong benda dengan
menggunakan pisau potong beupa batu gerinda yang tipis yang fungsinya untuk
memotong benda kerja yang terbuat dari besi. Prinsip kerja mesin ini hampir
sama dengan mesin gerinda secara umumnya yaitu pisau potong ( Batu gerinda)
berputar memotong benda kerja yang diam, dijepit dengan bantuan pencekam guna
agar ketika melakukan pemotongan, benda kerja tidak mudah bergerak sehingga hasil
potongan akan sesuai dengan yang didinginkan.
Bagian
–bagian mesin Gerinda
a.
Handel
pengangkat
b.
Tutup
Pisau Potong (dinamis)
c.
Tutup
pisau potong ( statis)
d.
Pisau
potong (Batu gerinda)
e.
Skala
pengukur sudut potong
f.
Plat
pelindung percikan
g.
Dudukan
h.
Stang
pengunci
i.
Pengunci
ulir
j.
Lengan
ulir pencekam
k.
Tombol
on off
l.
Pengunci
pisau potong
m.
Motor
n.
Pengunci
handel saat diangkat
o.
Pembatas
kedalaman potong
p.
Kabel
power
q.
Karet
dudukan
b)
Pengertian
Reamer atau Peluas
Reamer (Peluas) adalah alat potong untuk memperbesar dan
memperhalus permukaan lubang yang telah kita siapkan sebelumnya. Lubang hasil
pengeboran kadang-kadang hasilnya masih kasar atau saat hendak dimasukkan
batang atau benda pasangannya tidak cukup longgar (sesak), maka untuk mengatasi
hal seperti ini diperlukan adanya perluasan lubang menggunakan alat reamer.
Jenis-Jenis Reamer atau Peluas
1)
Peluas Tangan
Sebuah alat untuk membesarkan lubang tangan yang lebih
lancip lagi atau memimpin (seperti mata bor) di
depan dari pada membesarkan lubang mesin.
2)
Peluas
Mesin
Sebuah alat untuk membesarkan lubang mesin hanya
memiliki sangat sedikit mengarah masuk Karena membesarkan lubang dan benda
kerja adalah pra-sejajar dengan mesin tidak ada risiko.
Bagian-Bagian
Reamer atau Peluas
1)
Tangkai
adalah bagian peluas yang di cekam.
2)
Badan
adalah bagian dari reamer yang mempunyai beberapa pisau dengan alur diantaranya
alur lurus atau sepiral.
3)
Pengarah
berguna untuk memelihara ukuran yang tetap, memperhalus permukaan, memberi
ukuran yang baik.
4)
Kepala
adalah bagian yang memotong dalam perluasan
c)
Pengertian
Mesin Las Listrik
Las
listrik juga biasa disebut las busur listrik, yaitu proses penyambungan logam
dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Jadi sumber panas pada
las listrik ditimbulkan oleh busur api arus listrik, antara elektroda las dan
benda kerja. Benda kerja merupakan bagian dari rangkaian aliran arus listrik
las. Elektroda mencair bersama-sama dengan benda kerja akibat dari busur api
arus listriik. Gerakan busur api diatur sedemikian rupa, sehingga benda kerja
dan elektroda yang mencair, setelah dingin dapat menjadi satu bagian yang sukar
dipisahkan.
Macam-Macam Mesin Las
Listrik
1)
Mesin Las Arus Bolak Balik (Mesin Las AC)
Gambar
2.4 mesin las listrik AC
Mesin las arus bolak
balik memperoleh busur nyala dari transformator, dimana dalam pesawat las ini
arus dari jaring–jaring listrik dirubah menjadi arus bolak–balik oleh
transformator yang sesuai dengan arus yang digunakan untuk mengelas, sehingga
mesin las ini disebut juga mesin las transformator. Karena langsung menggunakan
arus listrik AC dari PLN yang memiliki tegangan yang cukup tinggi
dibandingkan kebutuhan pengelasan yang hanya membutuhkan tegangan
berkisar 55 Volt sampai dengan 85 Volt maka mesin las ini menggunakan
transformator (Trafo) step-down, yaitu trafo yang berfungsi menurunkan
tegangan.
Kelebihan
dari mesin las arus bolak balik(AC)
·
Perlengkapan
dan perawatan lebih murah
·
Kabel
massa dan kabel elektroda dapat ditukar untuk mempengaruhi yang dihasilkan
·
Nyala
busur kecil sehingga mengurangi timbulnya keropos pada rigi-rigi las
Kekurangan dari mesin
las arus bolak balik (AC)
·
Tidak
dapat dipergunakan untuk semua jenis elektroda
·
Tidak
dapat digunakan untuk mengelas semua jenis logam
Mesin Las Arus Searah (Mesin Las DC)
Gambar
2.5 mesin las listrik DC
Arus listrik yang digunakan untuk memperoleh nyala
busur listrik adalah arus searah. Arus searah ini berasal dari mesin berupa dynamo
motor listrik searah. Dinamo dapat digerakkan oleh motor listrik, motor bensin,
motor diesel, atau alat penggerak yang lain. Mesin arus yang menggunakan motor
listrik sebagai penggerak mulanya memerlukan peralatan yang berfungsi sebagai
penyearah arus. Penyearah arus atau rectifier berfungsi untuk mengubah arus
bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).
Keuntungan
pengelasan dengan arus searah antara lain :
·
Setiap
jenis elektroda dapat digunakan pada mesin las DC
·
Tingkat
kebisingan lebih rendah
·
Mesin
las lebih fleksibel, karena dapat diubah ke arus bolak-balik atau arus searah
·
Dapat
dipergunakan untuk mengelas plat yang tipis
Mesin Las Ganda (Mesin Las AC-DC)
Gambar
2.6 mesin las listrik AC DC
Mesin las ini mampu melayani pengelasan dengan arus searah
(DC) dan pengelasan dengan arus bolak-balik. Mesin las ganda mempunyai
transformator satu fasa dan sebuah alat perata dalam satu unit mesin. Keluaran
arus bolak-balik diambil dari terminal lilitan sekunder transformator melalui
regulator arus. Adapun arus searah diambil dari keluaran alat perata arus.
Pengaturan keluaran arus bolakbalik atau arus searah dapat dilakukan dengan
mudah, yaitu hanya dengan memutar alat pengatur arus dari mesin las. Mesin las
arus ganda dapat menyuplai arus antara 25 ampere sampai 140 ampere yang
digunakan untuk mengelas plat – plat tipis, baja anti karat (stainless steel)
dan alumunium. Untuk mengelas benda kerja yang tebal ,arus dapat disetel 60 –
300 ampere.
d)
Pengertian
Mesin Bor
Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya
memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin
tersebut (pengerjaan pelubangan). Sedangkan Pengeboran adalah operasi
menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan
pemotong berputar yang disebut BOR.
Jenis-Jenis Mesin Bor
1)
Mesin bor meja
Mesin bor meja adalah mesin bor yang
diletakkan diatas meja. Mesin ini digunakan untuk membuat lobang benda kerja
dengan diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter 16 mm
2)
Mesin bor tangan (pistol)
Mesin
bor tangan adalah mesin bor yang pengoperasiannya dengan menggunakan tangan dan
bentuknya mirip pistol. Mesin bor tangan biasanya digunakan untuk melubangi
kayu, tembokmaupun pelat logam. Khusus Mesin bor ini selain digunakan untuk
membuat lubang juga bisa digunakan untuk mengencangkan baut maupun melepas baut
karena dilengkapi 2 putaran yaitu kanan dan kiri.
Mesin bor Radial
Mesin bor radial khusus dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja
yang besar dan berat. Mesin ini langsung dipasang pada lantai, sedangkan meja
mesin telah terpasang secara permanen pada landasan atau alas mesin. Pada mesin
ini benda kerja tidak bergerak. Untuk mencapai proses pengeboran terhadap benda
kerja
Mesin Bor Tegak
untuk mengerjakan benda kerja dengan ukuran
yang lebih besar, dimana proses pemakanan dari mata bor dapat dikendalikan
secara otomatis naik turun. Pada proses pengeboran, poros utamanya digerakkan
naik turun sesuai kebutuhan.
e) Pengertian Mesin Gerinda Tangan

Merupakan mesin yang berfungsi untuk
menggerinda benda kerja yang bertujuan untuk mencegah benda kerja seperti pisau
dan pahat atau dapat juga bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti
merapikan hasil potongan, merapikan hasil pengelasan, membentuk lengkungan pada
bend kerja yang bersudut, menyiapkan permukaan benda kerja untuk dilas, dan
lain lain. Pada umumnya mesin gerinda tangan untuk menggerinda atau memotong
logam, tetapi dengan menggunakan batu gerinda yang sesuai kita juga dapat
menggunakan mesin gerinda pada benda kerja lain seperti kayu, beton, keramik,
genteng, dan lain lain.
3.
Cara Membuat Handrail
a)
Persiapan Kerja
Sebelum bekerja perlu diperhatikan persiapan
yang dibutuhkan, adapun persiapannya antara lain :
1)
Menggunakan pakaian kerja sebelum bekerja
2)
Persiapkan alat dan bahan yang di perlukan dalam pekerjaan
3)
Memulai bekerja apabila semua alat yang dibutuhkan telah siap
Keselamatan
kerja adalah hal penting dalam bekerja. Keselamatan kerja menyangkut
keselamatan pekerja maupun jiwa raga yang berada disekitar. Hal yang menyangkut
keselamatan kerja antara lain :
a)
Berdoalah sebelum memulai pekerjaan.
b)
Gunakan pakaian kerja atau wearpack
c)
Gunakan alat sesuai fungsinya
d)
Jangan senda gurau saat bekerja
e)
Berhati-hati dan konsentrasi dalam bekerja
|
No
|
Nama Alat
|
Spesifikasi
|
Jumlah
|
Satuan
|
|
1
|
Mesin Gerinda Potong
|
General
|
1
|
Buah
|
|
2
|
Mesin Gerinda Listrik
|
General
|
1
|
Buah
|
|
3
|
Mesin Las Listrik
|
General
|
1
|
Buah
|
|
4
|
Batu Gerinda Potong
Cutting Wheels
|
|
1
|
Buah
|
|
5
|
Meteran
|
General
|
1
|
Buah
|
|
6
|
Rol Kabel
|
General
|
1
|
Buah
|
|
7
|
Sarung Tangan
|
General
|
1
|
Pasang
|
|
8
|
Kacamata
|
General
|
1
|
Buah
|
|
9
|
Earplug
|
General
|
1
|
Buah
|
|
10
|
Mesin Bor Tuner
|
General
|
1
|
Buah
|
|
11
|
Reamer
|
|
1
|
Buah
|
|
12
|
Kap Las
|
General
|
1
|
Buah
|
|
13
|
Elektroda
|
General
|
1
|
Buah
|
|
14
|
Faceshield
|
General
|
1
|
Buah
|
Bahan
|
No
|
Nama Bahan
|
Spesifikasi
|
Jumlah
|
Satuan
|
|
1
|
Pipa Galvanis
|
|
2
|
Batang
|
|
|
1
|
Batang
|
||
|
2
|
Mug
|
|
1
|
Buah
|
|
3
|
Besi Plat
|
100x50x10
|
1
|
Buah
|
1)
Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan Handrail.
2)
Pakai pakaian kerja dan alat pelindung diri.
3)
Potong pipa galvanis dengan ukuran
1,5” x 325 mm sebanyak satu batang dan ukuran
1,5” x 300 mm sebanyak dua batang
Gambar 2.12 proses dan hasil pemotongan
pipa
4)
Potong besi plat dengan ukuran 100x50x10
Gambar 2.13 besi plat
5)
Setelah melakukan pemotongan masuk pada proses peremeran pada mug.
Reamer masing masing lubang pada mug dengan tujuan agar pipa dapat masuk dengan
mudah.
Gambar 2.14 Mug
6)
Setelah melakukan proses pereameran selanjutnya masuk pada proses
pengelasan pipa. Gunakan mesin las listrik dan elektroda untuk mengelas. Gunakan
cetakan(Mal) handrail untuk merangka handrail agar sesuai dengan yang
dinginkan. Las pada setiap sambungan agar dapat menjadi satu kesatuan.

7)
Setelah dilas handrail masuk pada proses penggerindaan yang bertujuan
agar hasil pengelasan lebih rapi.

8)
Selanjutnya handrail masuk pada tahap pengecatan warna dasar yaitu pada
bagian yang di gerinda tadi dilakuka proses pengecatan secara manual dengan
kuas. Warna yang digunakan adalah warna abu-abu.
9)
Setelah pengecatan dengan warna dasar selanjutnya handrail masuk ada
proses finishing yaitu pengecatan secara keseluruhan. Proses pengecatan
dilakukan dengan spray gun dengan teknik air brush. Warna yang digunakan adalah
warna kuning.
Gambar 2.17 pengecatan dasar pada
handrail
10) Setelah masuk pada proses finishing lalu
tunggu warna pada handrail kering dengan dijemur atau dianginkan dibawah sinar
matahari.
11) Setelah kering handrail siap di pakai.
f)
Hasil Kerja

Setelah handraill sudah jadi, kemudian handril dapat dipasang sesuai
fungsinya dan pada tempat yang sebagaimana mestinya.
Setelah
penulis mengikuti praktik kerja industri, maka penulis dapat mengambil beberapa
kesimpulan diantaranya :
1.
Praktik kerja industri merupakan praktik kerja yang bermanfaat dan
sebagai pengalaman bagi siswa di dunia kerja.
2.
Penyusun menjadi lebih tau suka dan duka di dunia kerja.
3.
Penusun dapat banyak pengalaman dan pengetahuan yang selama ini belum
didapatkan di sekolahan
Handrail atau pegangan tangan dirancang
untuk digenggam oleh tangan sehingga memberikan stabilitas atau dukungan.
Handrail biasanya digunakan pada saat naik atau turun tangga. Handrail banyak
digunakan untuk pegangan tangan pada tangga maupun balkon. Penulis yakin dengan
adanya proyek besar dengan gedung tinggi di cilacap maka akan membutuhkan
banyak handrail dengan jenis yang berbeda sesuai keinginan pelanggan.
1. Untuk Industri
a) Pihak industri bisa memberikan pekerjaan
kepada siswa prakeriin setiap hari agar tidak ada siswa prakerin yang
menganggur dan bisa bertanggung jawab sebagai mana mestinya.
b) Pihak industri agar tidak segan menegur siswa
yang tidak bekerja dan memberi sanksi kepada siswa yang melanggar tata tertib.
c) Pihak industri selalu meningkatkan mutu dan
kerjasama
2. Untuk Sekolah
a) Pihak sekolah agar bisa menjalin kerjasama
dengan banyak industri sehingga siswa lebih mudah dalam mencari tempat
prakerin.
b) Pihak sekolah lebih sering monitoring ke
bengkel tempat prakerin.
3. Untuk Siswa
a) Siswa dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh
pembimbing
b) Siswa lebih bersungguh sungguh dalam
melaksanakan prakerin
PT ENCONA INTI INDUSTRI WORKSHOP CILACAP
Harry. 2012, Juli. Mesin gerinda potong. http://harryktf.blogspot.com/2013/07/mesin-gerinda-potong.html
Tera Septe. 2013, April. Reamer atau Peluas. http://terasepte.blogspot.com/2013/04/reamer-atau-peluas.html
Adepras. 2012, Februari. Pengertian mesin
bor. http://adepras.blogspot.com/2012/02/pengertian-mesin-bor.html
Dadoen. 2014, Oktober. Pengertian dan fungsi
mesin gerinda. http://dadoen1980.blogspot.com/2014/10/pengertian-dan-fungsi-mesin-gerinda_17.html
Dyah Ayu Rahmawati. 2018, juni, 28. macam-macam mesin
las listrik. https://dyahayukrahmawati.wordpress.com/2013/06/28/macam-macam-mesin-las-listrik/



















Komentar
Posting Komentar